Aspartame

Bismillah...

Beberapa hari yang lalu saya dapet email dr temen yg isinya supaya kita berhati-hati ama produk-produk makanan yang mengandung zat bernama Aspartame atau Aspartam. Katanya sih aspartame ntu zat kimia yang bisa menyebabkan kerusakan otak, lupus, bahkan kanker. Duh, serem banget yak? Katanya pula aspartame ada didalem produk2 yang berembel-embel 'diet', 'rendah kalori' atau 'bebas gula'... Hmm, saya jadi penasaran deh apaan sih aspartame ntu? Ko' bisa yak menyebabkan penyakit-penyakit yang nyeremin.. Tapi katanya pula bagus buat diet... Yaudah, langsung deh saya browsing2... Nah, hasil browsing2 ntu saya rangkum disini deh.. Slamet baca yak! Mudah-mudahan bermanfaat..

Aspartame adalah pemanis sintesis non-karbohidrat pengganti gula. Aspartame ditemukan dengan tidak sengaja oleh James Schlatter pada tahun 1965. Aspartame terbentuk dari 3 komposisi utamanya yaitu phenylalanine, aspartate dan methanol. Nama dagang komersial Aspartame adalah Equal, Nutrasweet dan Canderel.

Aspartame telah dinyatakan aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, wanita hamil, wanita menyusui bahkan anak-anak. Pengecualiannya hanya satu, penderita fenilketonuria. Menurut US Food and Drug Administration (FDA), The Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA), American Medical Association (AMA) aspartame merupakan bahan makanan yang aman bagi kesehatan, hanya berpengaruh pada rasa manis.

Penelitian yang menggunakan aspartame sebesar 34 mg/kg berat badan memperlihatkan bahwa walaupun hasil metabolisme aspartame dapat melewati sawar darah plasenta, namun jumlahnya tidak bermakna hingga dapat menimbulkan gangguan saraf pada janin. Penelitian besar yang dilakukan terhadap manusia, bukan hewan tikus menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa minuman soda yang mengandung aspartame dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Aspartame dapat diurai oleh tubuh menjadi kedua asam amino dan termasuk pemanis nutritif. Hanya, aspartame tidak tahan suhu tinggi, karena pada suhu tinggi aspartame terurai menjadi senyawa diketopiperazin yang meskipun tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi tidak terasa manis lagi. Jadi, jika Aspartame dicerna secara normal oleh tubuh, Aspartame akan menghasilkan asam aspartate dan fenilalanin.

Aspartame memiliki kadar rasa manis 200 kali lipat lebih tinggi dari gula biasa sehingga untuk mencapai titik kemanisan yang sama hanya diperlukan aspartame kurang dr satu persen gula biasa. Kandungan energi aspartame sangat rendah yaitu hanya sekitar 4 kCal (17kJ) per gram untuk menghasilkan rasa manis sehingga kontribusi kalorinya bisa diabaikan. Itulah sebabnya mengapa para produsen minuman kaleng dapat menggunakan lebih banyak air dan menurunkan ongkos produksi, di samping itu para konsumen pun dapat mengurangi jumlah kalori yang mereka konsumsi dan menjaga berat badan atau kadar gula darah bagi penderita kencing manis. Intinya, keunggulan Aspartame yaitu mempunyai energi yang sangat rendah, mempunyai cita rasa manis yang mirip dengan gula biasa, tanpa rasa pahit, menguatkan cita rasa buah-buahan pada makanan dan minuman, tidak merusak gigi, dan dapat digunakan sebagai pemanis pada makanan atau minuman untuk penderita diabetes.

Diantara semua jenis pemanis buatan, hanya Aspartame yang mengalami metabolisme. Sehingga begitu sampai didalam tubuh, Aspartame kembali diubah menjadi 3 komposisi dasarnya, yaitu phenylaline, aspartate dan methanol. Inilah yang mengundang perdebatan mengenai penggunaan Aspartame dalam produk makanan dan minuman.

Lho, kenapa ya gitu aja ko' jadi perdebatan? Emang apa yg salah sih ama Aspartame?

Nah ternyata, Phenylalanine adalah asam amino yang tidak dapat dicerna oleh penderita phenylketonuria (PKU). PKU adalah penyakit di mana penderita tidak dapat memetabolisme fenilalanin secara baik karena tubuh tidak mempunyai enzim yang mengoksida fenilalanin menjadi tirosin dan bisa terjadi kerusakan pada otak atau cacat mental. Tetapi ada sumber yang menyatakan bahwa penyakit ini tidak pernah ditemukan di Indonesia, tetapi pada orang kulit putih, itupun kejadiannya hanya satu per 15.000 orang. Bukan hanya aspartam, tapi juga segala macam makanan yang mengandung fenilalanin termasuk nasi, daging dan produk susu. Efek buruk aspartame terhadap penderita PKU yang sudah jelas ini masih dapat diatasi dengan label tambahan yang memperingatkan penderita PKU untuk tidak mengkonsumsi produk tersebut. Yang jadi masalah ialah efek aspartame yang masih belum jelas: phenylalanine dilaporkan dapat menyebabkan kejang-kejang dan dan didegradasi menjadi diketopiperazine (DKP), zat penyebab tumor; methanol yang terakumulasi dalam tubuh dapat merusak saraf mata dan menyebabkan kebutaan. Selain itu methanol juga diubah menjadi formaldehida (zat pengawet mayat) dan asam format (zat racun semut rangrang). Aspartate juga dilaporkan telah menyebabkan otak tikus-tikus percobaan berlubang. Waw, serem banget yak?

Di Amerika, udah mulai bermunculan laporan-laporan miring tentang aspartame. Dan laporan2 itu cukup menggegerkan. Grafik kasus kanker payudara menunjukkan peningkatan yang selaras dengan peningkatan pengggunaan aspartame dalam produk makanan jadi. Fakta-fakta kayak gini yang lagi-lagi menambah alasan mengapa aspartame perlu dicurigai. Walaupun begitu, debat seputar Aspartame masih belum juga selesai karena katanya sih belum ditemukan bukti langsung yang menunjuk bahwa Aspartame adalah bahan makanan yang berbahaya. Sementara itu kepentingan komersil lebih diutamakan dan Aspartame tetap mempertahankan posisinya dalam daftar resmi bahan makanan tambahan. Klo kata pendukungnya sih, asalkan kita konsumsinya sesuai dosis. Jangan berlebihan.....

Yup, segitu aja info tentang Aspartame-nya.. Mudah-mudahan bermanfaat yak... Klo soal aman atau nggaknya Aspartame ini, saya ga berani nge-judge gitu aja. Allah Azza Wajalla lebih mengetahui.. Mendingan kita minum aer putih aja kali yak? :D pokoknya, yang penting mah baca Bismillah klo mau makan atau minum...
Sekian...

Alhamdulillah...


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Aspartam
http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=54

Tidak ada komentar: